Mei 23, 2012
05:30 pagi Seperti biasa, aku terbangun dari tempat tidur yang sudah hampir 2 minggu blm di cuci. langkah kakipun rasanya berat untuk menuju kamar mandi tapi ku paksakan karena di depan pintu belakang terdengar suara seorang wanita yang terdengar di kupingku agak sedikit samar, apa ? siapa yang memanggil ?
ku lanjutkan lagi kaki menuju kamar mandi ,dannn Csssssss...... seperti menginjak es rasanya kaki ini terkena lantai kamar mandi yang agak sedikit lembab, ku ambil segayung air lalu ku siram muka ini , dan byarrrrrr..... bubar semua sisa-sisa mimpi semalam yang masih sempat terbawa sampai depan pintu kamar mandi tadi.
Ku buka pintu , dan terlihat sesosok wanita setengahbaya yang tidak asing dimata dan otakku , ternyata beliau adalah ibuku, seorang wanita yang telah melahirkan raga ini kedunia, mengajarkan betapa perihnya hidup di dunia ini, dan juga menggambarkan keindahan yang tiadatara mengenai hidup,
heuuhhhh...... ibu, masih kah kau anggap aku sebagai anakmu ?
masihkah kau anggap darah dan daging ini dari air susumu ? tak kuasa ku lihat sepasang mata itu, mata yang selalu memberikan cahaya di kala ku kegelapan, mata yang selalu memberikan jalan saat ku mulai tersesat, dan saat mata ini menatap mata itu rasanya seolah ada sepasang anak panah yang mengarah tepat ke jantung ini.
Ibu.....
Mampukah sepatah kata "maaf" yang ku ucapkan dapat menghapus segala dosa-dosa ku terhadapmu ?